Pemerintah Indonesia luncurkan BBM baru pada 17 Agustus mendatang, hal ini dibocorkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama kementerian ESDM mengatakan bahwa bahan bakar baru ini memiliki kadar sulfur yang rendah sehingga ramah lingkungan.
BBM baru ini termasuk dalam kelompok solar tetapi memiliki berbagai keunggulan dibandingkan produk solar. Tentunya informasi mengenai Indonesia akan luncurkan BBM baru membuat banyak pihak bertanya-tanya. Apalagi banyak pihak yang beranggapan bahwa proyek ini merupakan cara pemerintah untuk menghapus pertalite.
Indonesia Luncurkan BBM Baru, Apakah Pertalite Dihapus?

Berapa pihak berspekulasi bahwa Indonesia luncurkan BBM baru untuk menghapus pertalite. Apalagi bahan bakar yang harga jualnya pemerintah ini mulai hilang di beberapa SPBU pemerintah.
Bahkan di saat yang bersamaan menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan pemerintah akan membatasi pembelian minyak subsidi mulai 17 Agustus. Bahkan ada penetapan subsidi termasuk bahan bakar.
Pernyataan Luhut dibantah oleh pembantu presiden Joko Widodo seperti menteri ESDM Arifin Tasrif yang mengatakan tak ada wacana seperti yang diucapkan Luhut. Arifin hanya mengatakan revisi peraturan presiden nomor 191 tahun 2014 mengenai penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran BBM masih belum selesai.
Untuk bahan campuran BBM jenis baru ini, Arifin mengatakan masih mencari yang dapat membuat kandungan sulfur berkurang. Karena harus sesuai standar emisi Euro 5 yaitu kadar sulfur di bawah 50 parts per million.
Pengamat energi universitas Padjadjaran yaitu Yayan Satyakti memperkirakan harga bahan bakar baru ini akan lebih mahal dibandingkan pertalite. Alasannya karena bahan bakar sekarang yang beredar masih tinggi sulfur.
Putra Adiguna selaku direktur Energy Shift Institute meyakini pertalite masih akan tetap ada di pasaran setidaknya bertahan sampai akhir 2024 ini. Ia sepakat dengan rencana pemerintah mengenai penyediaan BBM dengan kualitas lebih baik tetapi mempertanyakan rasionalisasi negara yang terus mengandalkan bioetanol sebagai campuran.
Indonesia Luncurkan BBM Baru Disubsidi atau Tidak?
Agus Cahyono Adi selaku kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama kementerian ESDM mengatakan bahwa Indonesia luncurkan BBM baru kemungkinan tidak termasuk kelompok subsidi. Alasan tidak disubsidi karena memberikan subsidi pada bahan bakar yang rendah sulfur dibutuhkan biaya tinggi.
Jadi pemerintah sampai saat ini masih memberikan subsidi pada BBM solar biosolar. Lebih lanjut lagi pada tanggal 17 Agustus 2024 nanti perkenalannya dilakukan secara bertahap di beberapa SPBU terlebih dahulu. Di sisi lain menteri ESDM mengatakan bahwa pemerintah sekarang sedang memutar otak untuk bisa mengurangi sumbangan polusi ke udara pada kendaraan.
Salah satu caranya yaitu membuat bahan bakar baru yang rendah sulfur khususnya pada jenis solar. Bahkan kementerian ESDM juga sedang mencari bahan pencampuran yang bisa mengurangi sulfur, mengingat sulfur dalam bensin yang beredar sekarang masih 500 ppm.
Faisal Basri Kritik Kehadiran Bahan Bakar Minyak Baru
Ekonomi senior Indef Faisal Basri menilai rencana pemerintah Indonesia luncurkan BBM baru akan menimbulkan masalah baru. Mengingat saat ini kondisi Indonesia masih menjadi importir gula di sisi lain pemerintah sedang menggenjot penggunaan bioetanol sebagai campuran bensin.
Faisal mengatakan BBM ini hanya menyelesaikan masalah dengan menciptakan banyak masalah baru seperti saat premium dibunuh tetapi muncul pertalite. Sekarang pertalite dibunuh dan muncul BBM jenis baru.
Jika pemerintah Indonesia ngotot mengeluarkan produk bahan bakar baru yang diklaim rendah sulfur, Faisal menduga mungkin di kelas solar. Faisal masih heran mengapa upaya tersebut dicetuskan sekarang.
Padahal ia sudah pernah menyampaikan cara-cara bagaimana mengola minyak dan gas bumi Indonesia yang disampaikan saat menjabat sebagai ketua tim Tata Kelola Migas pada 2014-2015 lalu. Sebelum ada isu Indonesia luncurkan BBM baru, menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan akan ada pembatasan BBM subsidi setelah 17 Agustus 2024.
Pendapat Airlangga Mengenai BBM Ini
Airlangga Hartarto selaku menteri Koordinator Bidang Perekonomian buka suara mengenai peluncuran yang direncanakan pada 17 Agustus mendatang. Ia mengatakan bahwa bahan bakar rendah sulfur ini peluncurannya tidak pada HUT RI ke 79 tetapi tidak menjelaskan kapan akan dirilis.
Informasi mengenai bahan bakar baru ini akan dirilis pada 17 Agustus mendatang berasal dari kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan pernah mengatakan pemerintah sedang mendorong penggunaan BBM ramah lingkungan sehingga menggantikan bensin.
Luhut juga membocorkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan bioetanol yang berbahan nabati untuk menggantikan bensin. Apalagi sekarang Indonesia telah menerapkan biodiesel 35 yang berupa campuran solar 65% dan Fame berbasis minyak sawit 35%.
Proyek ini dikatakan Luhut sebagai pengganti bensin yang sedang dikerjakan perusahaan plat merah di bidang BBM yaitu Pertamina. Apalagi kandungan sulfur di BBM yang saat ini beredar di pasaran sudah diatur pemerintah.
Misalnya produk yang mengandung sulfur maksimal 500 ppm adalah pertalite dan pertamax. Sedangkan kandungan sulfur di pertamax turbo maksimal 50 ppm. Tentunya informasi tentang rencana pemerintah Indonesia luncurkan BBM baru ini menuai pro dan kontra.